Thursday, 23 February 2012

Kesepianmu Ibu


Suatu waktu dalam hidup kita, ibu kita adalah ibu yang kesepian...
Merindukan kita yang mulai asyik dengan diri sendiri...
Kita mulai membangun cara pandang berbeza, cita rasa berbeza, dan bahkan mencari alasan yang terlalu rumit untuk merasa tidak bisa memahami hati seorang ibu secara zahirnya.... Di usia kita yang sudah terlalu matang untuk menjadi lelaki atau perempuan dewasa, ibu kita masih dan akan selalu berkata: "Hati-hati nak." Dan, kita selalu menjawabnya,
"Jangan risau ibu, tiada apa-apa,"

Suatu masa dalam hidup kita, ibu kita adalah ibu yang menahan rindu. Menanti bertemu dengan anak-anak yang mulai terasa tak lagi selesa bersamanya. Belajar jauh, hidup jauh membina rumah tangga sendiri, merantau jauh mencari sumber rezeki, pergi jauh mencari pengalaman hidup yang berbeza. Bahkan sebahagian kita yang tinggal satu rumah dengannya juga seperti hidup dalam dunia yang berbeza. Kita dekat tetapi dia berasa begitu jauh.

Suatu ketika dalam hidup kita, ibu kita adalah ibu yang mencintai kita dengan segenap perasaannya yang dulu, tidak berubah. Sama kuatnya, sama tulusnya. Sementara kita tumbuh dalam keangkuhan-keangkuhan kecil yang kadang-kala berubah menjadi kesombongan hati. Mungkin kita memang bukan kanak-kanak lagi, tapi perubahan itulah yang membawa kealpaan kita untuk memahami perasaan ibu. Hanya bila tiba-tiba sakit datang mengganggu kita, saat itu saja barangkali kita rindu pelukan dan sentuhan cinta seorang ibu.
 

Suatu saat dalam hidup kita, ibu kita adalah ibu yang tidak lelah berharap dan berdoa untuk kita. Bahkan, biarpun kita mengganggap diri kita telah berjaya. Seorang ibu tetap memohon di dalam hatinya, bahawa apapun yang dicapai anak-anaknya, masih harus diberikan ruang-ruang kesenangan kerana dia tahu tidak ada yang kekal berada di atas. Lambat laun berada di bawah jua.



Sejenak, marilah kita bicara tentang keadaan ibu. Merenungkan rasa sepi dan derita karana kita seringkali tidak memahami keinginannya. Jangan biarkan hari-harinya yang tersisa hanya diisi dengan lamunan. Jangan persiakan usia ibu dengan membiarkannya memendam rasa rindu yang tak kunjung tiba. Marilah kita bicara tentang keadaan ini, agar suatu saat nanti kita tak menyesali sikap acuh kita ketika rasa sepi telah merenggut segalanya.



Ibu kau di siram Air Surgawi di telapak kakimu terpancar sinar Surgawi, tiada masa yang dapat melupakanmu. Jasamu tak dapat ku tebus oleh apapun... doamu akan selalu membimbing diriku untuk menempuh kehidupan ini.



Kepada ibu saya, SARIPAH BINTI MUSA... Ada dan tiada dirimu, kau akan selalu ada didalam HATIKU.... Sungguh, engkau wanita yang paling kusayangi..... Sayang Mak!!!


No comments:

Post a Comment